Seperti
kebiasaan di pagi hari, saya selalu menyempatkan untuk mengetahui berita
terbaru baik di tv maupun di internet. Tapi entah kenapa saya lebih tertarik
menyimak berita tentang salah satu pemain terbaik negeri ini dibandingkan
berita kekacauan di beberapa daerah. Karena bagi saya, terlalu banyak melihat
berita negatif itu hanya akan memberikan pandangan yang kurang baik bagi diri
kita terhadap hal-hal di sekitar. Makanya, saya lebih senang ketika melihat berita
yang memiliki nilai positif dan mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang.
Berita tentang mundurnya Bambang
Pamungkas di timnas menjadi perhatian saya di pagi ini. Apa yang terjadi?
Mengapa ? Dan setelah saya membaca berita tersebut dan menelusuri hingga di web
pribadi sang maestro (www.bambangpamungkas20.com) ternyata yang menjadi salah
satu alasan adalah karena adanya kekisruhan di PSSI. Tentunya ini adalah hal
yang membuat para penggemar Bepe sangat kecewa karena tidak dapat lagi melihat
aksi garuda 20 di lapangan. Sebenarnya tanda-tanda pensiunnya Bepe dari timnas
sudah ada ketika di Piala AFF 2012, ketika itu tidak seperti biasanya jersey 20
bertuliskan “PAMUNGKAS” yang artinya terakhir dan bukan seperti kebiasaannya “BAMBANG”.
Dalam tulisan di web pribadinya yang
berjudul “Saya Adalah Generasi Gagal” Bepe menuliskan betapa keputusan yang
sangat berat pensiun dari timnas. Apalagi di saat Garuda tengah berjuang di
ajang Pra Kualifikasi Piala Asia. Kebanggaan saya pada pemain ini adalah di
saat klub dan peraturan yang ada ketika terjadi dualisme PSSI dimana pemain
yang merumput di ISL tidak dapat masuk timnas dan Bepe pun melanggar hal
tersebut dengan keyakinan nasionalis bahwa membela timnas adalah hak dan
kewajiban negara. Terima kasih Bambang Pamungkas... Kami bangga padamu.. Salah satu pasukan terbaik Garuda..
“Cepat atau lambat, jersey merah-putih itu pasti akan tanggal dari badanku. Akan tetapi satu hal yang pasti, lambang garuda itu akan tetap melekat di dada kiriku, tinggal di sana sampai akhir hayatku. Garuda di Dadaku, Garuda Kebanggaanku” (Bambang Pamungkas)
Selasa, 2 April 2013

0 comments: