Hari Pendidikan Nasional

0
8:38 PM
Hari ini tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Tanggal dimana lahirnya Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Sebuah penghormatan atas jasa-jasanya sehingga tanggal lahir beliau dijadikan sebagai hari bersejarah bagi dunia pendidikan indonesia. Namun pertanyaannya, apa yang kita bisa pelajari dari hari peringatan tersebut? Melihat kondisi pendidikan kita yang saat ini didera berbagai macam permasalahan. Mulai dari ketidakmerataan sarana dan prasarana, bantuan dana yang tidak tepat sasaran serta kegagalan pelaksanaan UN baru-baru ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertanggung jawab akan pendidikan nasional harusnya mengevaluasi hal tersebut, karena inilah salah satu penentu kemajuan negeri kita. Kalau sistem pendidikan kita kacau, bagaimana kita bisa menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam menunjang pembangunan negeri ini yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Masihkah kita akan dipermainkan oleh pihak asing yang mengambil kekayaan alam di bumi pertiwi ini.

Pendidikan adalah hal yang mutlak sebagai motor pembangun negeri ini. Salah satu hal yang paling banyak mendapati sorotan adalah dengan menjadikannya UN sebagai tolak ukur kelulusan siswa. Padahal kebijakan ini sangatlah tidak relevan mengingat tidak semua daerah memiliki kemampuan yang sama akibat ketidakmerataan sarana dan prasarana yang membuat kualitas pendidikannya juga timpang. Sehingga banyak terjadi kecurangan di berbagai daerah sampai terjadi penyontekan massal. Bukan hal yang tabu melihat kondisi ini dan sudah menjadi kebiasaan tiap tahunnya. Kita tidak bisa menyalahkan oknum yang terlibat, karena ini lahir akibat sistem itu sendiri. Sistem yang mengharuskan siswa mengikuti kompetisi nasional yang kualitasnya tidak nasional. Apakah ini hal yang adil ? Selain itu, pelaksanaan UN 2013 dianggap gagal dikarenakan buruknya pendistribusian soal dan kurang baiknya kualitas LJK. Berbagai desakan agar Mendikbud Muhammad Nuh mundur dari jabatannya. Tapi apakah itu adalah solusi yang tepat ?

Kita berharap di hari memperingati pendidikan nasional,
ada refleksi yang bertujuan memajukan pendidikan negeri tercinta ini. Kita tidak ingin melihat kualitas pendidikan kita jauh tertinggal dengan negara lain. Kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah, sudah saatnya kita menyalakan lilin di tengah kegelapan tanpa menantikan penerangan dari birokrat. Terima kasih juga buat para pejuang pendidikan indonesia, buat para pendidik yang berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional......

About the author

Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 comments: